Powered By Blogger

Senin, 19 Januari 2015

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Penelitian eksperimental (experimental research), merupakan pendekatan penelitian kuantitatif yang paling penuh, dalam arti memenuhi semua persyaratan untuk menguji hubungan sebab akibat. Pendekatan penelitian ini banyak digunakan dalam penelitian-penelitian sains atau ilmu kealaman,sebab memang awal pengembangannya adalah dalam bidang tersebut.
Penelitian-penelitian dalam bidang sains baik fisika,kimia maupun biologi hampir seluruhnya ditujukan untuk menguji peengaruh atau hubungan sebab akibat dari suatu atau beberapa hal atau variabel. Penelitian eksperimental merupakan pendekatan penelitian  yang cukup khas. Kekhasan tersebut diperlihatkan oleh dua hal, pertama penelitian eksperimen menguji secara langsung pengaruh suatu variabel lain, kedua menguji hipotesis hubungan sebab akibat. Penelitian seringkali ditujukan untuk mengetahui hubungan antara dua hal, segi, aspek, komponen atau lebih. Hal, segi, aspek atau komponen tersebut memiliki kualitas atau karakteristik yang bervariasi sehingga sering disebut sebagai variabel. Hal,segi, aspek, komponen yang sama atau tidak bervariasi pada sesuatu objek atau seseorang disebut konstan.
Permasalahan kita saat ini adalah apa yang dimaksud dengan penelitian eksperimen, karakteristik penelitian eksperimen dan prosedur penelitian eksperimen? Dan macam-macam penelitian eksperimen untuk menjawab permasalahan tersebut mari kita simak lebih lanjut tulisan ini.

B.      Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat disimpulkan rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Apa pengertian Penelitian Eksperimen?
2.      Bagaimana konsep dan proses Penelitian Eksperimen?
3.      Bagaimana cara pengolahan data dalam Penelitian Eksperimen?
C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan penelitian eksperimen.
2.      Untuk mengetahui konsep dan proses dalam penelitian eksperimen.
3.      Untuk mengetahui cara pengolahan data dalam penelitian eksperimen.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Penelitian Eksperimen
Penelitian eksperimental menggunakan suatu percobaan yang dirancang secara khusus guna membangkitkan data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Penelitian yang menggunakan rancangan percobaan dianggap sebagai jenis penelitian yang paling diinginkan oleh seorang peneliti. Menurut Margono (2010:110) percobaan ialah bagian penelitian yang membandingkan dua kelompok sasaran penelitian. Sementara menurut Sukmadinata (2011:212) penelitian eksperimen ialah penelitian untuk mengukur pengaruh suatu atau beberapa variabel terhadap variabel lain.Berdasarkan kedua pendapat ahli diatas dapat penulis simpulkan bahwa yang dimaksud dengan penelitian eksperimen ialah bagian penelitian yang membandingkan dua kelompok untuk mengukur pengaruh suatu atau beberapa variabel terhadap variabel lain.
Dewasa ini penelitian eksperimental juga banyak digunakan dalam penelitian bidang sosial dan humaniora, termasuk pendidikan dan kurikulum pembelajaran. Ciri utama penelitian eksperimental adanya pengontrolan variabel dan pemberian perlakuan kelompok eksperimen. Untuk menguji pengaruh atau hubungan sebab akibat antara suatu atau beberapa variabel terhadap variabel lain minimal diambil dua kelompok sampel yang mewakili suatu populasi.
Karakteristik Penelitian Eksperimental:
1.      Memanipulasi/merubah secara sistematis keadaan tertentu.
2.      Mengontrol variabel yaitu mengendalikan kondisi-kondisi penelitian ketika berlangsungnya manipulasi.
3.      Melakukan observasi yaitu mengukur dan mengamati hasil manipulasi.
Menurut Wihelm Wundt (dalam Alsa, 2004) mengemukakan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian eksperimen, yaitu:
1.      Peneliti harus dapat menentukan secara sengaja kapan dan dimana ia akan melakukan penelitian.
2.      Penelitian terhadap hal yang sama harus dapat diulang dengan kondisi yang sama.
3.      Peneliti harus dapat memanipulasi (mengubah, mengontrol)variabel yang diteliti sesuai dengan           yang dikehendakinya.
4.      Diperlukan kelompok pembanding (control group) selain kelompok yang diberi perlakukan                 (eksperimental group).
B.     Macam-Macam Eksperimen
Menurut Sukmadinata (2011:203) ada beberapa variasi dari penelitian eksperimental, yaitu eksperimen murni, eksperimen kuasi, eksperimen lemah dan subjek tunggal.
1.      Eksperimen Murni
Dalam eksperimen murni (true experimental) pengujian variabel bebas dan variabel terikat dilakukan terhadap sampel kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Subjek-subjek yang diteliti dalam kedua kelompok tersebut (juga pada masing-masing kelompok) diambil secara acak. Pengambilan sampel secara acak, hanya mungkin apabila subjek-subjek tersebut memiliki karakteristik yang sama. Dalam pelaksanaan penelitian, kesamaan karakteristik subjek tersebut memang dibuat sama atau disamakan. Penyamaannya dilakukan melalui pengujian kecerdasan, bakat, kecakapan, ketahanan fisik dan lain-lain.
Pengujian tersebut dalam bidang sosial, seringkali tidak bisa dilakukan terhadap semua karakteristik dan kemampuan. Apabila tidak bisa dilakukan pengujian, maka kesamaan (penyamaan) karakteristik tersebut didasarkan atas asumsi atau keyakinan peneliti. Asumsi tersebut diambil berdasarkan alasan atau argumentasi yang kuat, yang diambil dari hasil-hasil penelitian terdahulu, fakta-fakta atau alasan logis yang kuat.
2.      Eksperimen Kuasi
Eksperimen ini disebut kuasi, karena bukan merupakan eksperimen murni tetapi seperti murni, seolah-olah murni. Eksperimen ini biasa juga disebut eksperimen semu. Karena berbagai hal, terutama berkenaan dengan pengontrolan variabel, kemungkinan sukar sekali dapat digunakan eksperimen murni. Eksperimen kuasi bisa digunakan minimal kalau dapat mengontrol satu variabel saja meskipun dalam bentuk matching, atau memasangkan / menjodohkan karakteristik, kalau bisa random lebih baik.
3.      Eksperimen Lemah atau Pra Eksperimen
Model desain eksperimen ini adalah yang paling lemah, oleh karena itu disebut eksperimen lemah atau “weak experimental”. Desain ini kadang-kadang disebut juga pra eksperimen atau “pre experimental”,karena sepintas modelnya seperti eksperimen tetapi bukan. Mengapa disebut eksperimen lemah atau pra eksperimen, karena tidak ada penyamaan karakteristik (random) dan tidak ada pengontrolan variabel, model ini sebaiknya hanya digunakan untuk penelitian latihan. Tidak digunakan untuk penelitian tesis, disertasi atau penelitian-penelitian yang hasilnya digunakan untuk penentuan kebijkan, pengembangan ilmu, dan sejenisnya.
4.      Eksperimen Subjek Tunggal
Dalam eksperimen murni,kuasi dan lemah digunakan subjek atau partisipan kelompok. Perbedaan antar kelompok dihitung berdasarkan skor rata-rata antar kelompok-kelompok tersebut. Dalam eksperimen subjek tunggal, subjek atau partisipannya bersifat tunggal, bisa satu orang, dua orang atau lebih. Nama subjek tunggal juga diambil dari cara hasil eksperimen disajikan dan dianalisis berdasarkan subjek secara individual. Pendekatan dasar dalam eksperimen subjek tunggal adalah meneliti individu dalam kondisi tanpa perlakuan dan kemudian dengan perlakuan dan akibatnya terhadap variabel akibat diukur dalam kedua kondisi tersebut.
C.    Konsep dan proses Penelitian Eksperimen
Proses penyusunan penelitian eksperimen pada prisnsipnya sama dengan jenis penelitian lainnya. Secara eksplisit dapat dilihat sebagai berikut:
1.       Melakukan kajian secara induktif yang terkait dengan permasalahan yang hendak dipecahkan .
2.      Mengidentifikasikan permasalahan.
3.      Melakukan studi litelatur yang relevan, mempormulasikan hipotesis penelitian, menentukan definisi operasional dan variabel.
4.      Membuat rencana penelitian mencakup: identifikasi variabel yang tidak diperlukan, menentukan cara untuk mengontrol variabel, memilih desain eksperimen yang tepat, menentukan populasi dan memilih sampel penelitian, membagi subjek ke dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, membuat instrumen yang sesuai, mengidentifikasi prosedur pengumpulan data dan menentukan hipotesis.
5.      Melakukan kegiatan eksperimen (memberi perlakukan pada kelompok eksperimen)
6.      Mengumpulkan data hasil eksperimen
7.      Mengelompokan dan mendeskripsikan data setiap variabel
8.      Melakukan analisis data dengan teknik statistika yang sesuai
9.      Membuat laporan penelitian eksperimen.
Dalam penelitian eksperimen peneliti harus menyusun variabel-variabel minimal satu hipotesis yang menyatakan hubungan sebab akibat diantara variabel-variabel yang terjadi. Variabel-variabel yang diteliti termasuk variabel bebas dan variabel terikat sudah ditentukan secara tegas oleh peneliti sejak awal penelitian. Dalam bidang pembelajaran misalnya yang diidentifikasikan sebagai variabel bebas antara lain: metode mengajar, macam-macam penguatan, frekuensi penguatan, sarana-prasarana pendidikan, lingkungan belajar, materi belajar, jumlah kelompok belajar. Sedangkan yang diidentifikasikan variabel terikat antara lain: hasil belajar siswa, kesiapan belajar siswa, kemandirian siswa.
Tujuan penelitian eksperimen menurut Soekanto (1955) dan Arikuato (2005):
1.      Menyelidiki ada tidaknya hubungan kausalitas antara perlakuan dengan target perilaku.
2.      Membandingkan perlakuan tertentu kepada kelompok tertentu dan menyelidiki kontrol sebagai           pembanding.
3.      Memprediksi efek dari suatu perlakuan pada variabel tergantung.
4.      Mempelajari hubungan kausalitas tersebut.
D.    Pengolahan data Penelitian Eksperimen
Empat pokok yang akan ditulis :
a.       Persiapan penelitian
b.      Pelaksanaan penelitian
c.       Hasil penelitian
d.      Pembahasan
Dua hal penting yang membagi cara mengolah data :
a.       Penelitian eksperimen
b.      Penelitian non eksperimen
Persiapan penelitian
EKSPERIMEN
NON EKSPERIMEN
·   Memilih subjek yang representatif kemudian dikelompokan menjadi kelompok eksperimen dan kontrol
·   Memilih subyek representatif dan populasi
·   Pengembangan perlakuan
·   Instrumen penelitian validitas dan realibilitasnya
·   Instrumen untuk mengukur
·    Rancangan prosedur pengumpulan data
·    Rancangan prosedur yang ada


Catatan :
Perlu ditulisakn hasil uji coba dan instrumenya dalam bentuk tabel, jika ada instrumen dari peneliti lain yang digunakan perlu dicantumkan sumbernya.
Pelaksanaan penelitian
EKSPERIMEN
NON EKSPERIMEN
·                     Melakukan pre test kepada kelompok eksperimen
·                     Menuliskan cara pengambilan datanya
·                     Melakukan test kepada kelompok eksperimen bahkan jika mau memberikan perlakuan juga kepada kelompok kontrol
·                     Prosedur pengambilan data oleh responden
·                     Melakukan post test kepada kelompok eksperimen


Catatan :
Dalam bagian itu juga perlu dituliskan karakter penelitian, jumlahnya, hambatan-hambatanya dan waktu dalam mengumpulkan datanya.
Hasil penelitian:
a.       Analisis data disajikan kedalam tabel, diagram yang diikuti dengan penjelasanya dan dikaitkan           dengan hipotesis.
b.      Penyajian pokok-pokok penulisan disajikan secara urut dan sistematis, ringkas dan jelas pada             pointnya.
c.       Kalimat atau paragraf yang dituliskan harus berkaitan dengan hipotesis dan hasil penelitian yang         telah ditulis sebelum dan sesudahnya.
d.      Menggunakan statistik  mendapatkan varians prosentasenya
Pembahasan :
a.       Merangkum hasil penelitian.
b.      Menyoroti penemuan utama dengan memberikan interprestasi dari peneliti berdasarkan berpikir         dan kajian teori yang digunakan.
c.       Kemungkinan-kemungkinan perlu dibahas oleh peneliti.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Penelitian eksperimen merupakan jenis penelitian yang dapat dilaksanakan oleh guru di samping penelitian tindakan kelas. Kalau dilakukan dengan hati-hati dan cermat besar kemungkinan akan mendapatkan kepuasan tersendiri, baik dalam bidang akademik maupun ilmu pengetahuan yang diperoleh. Guru sering sekali memperoleh ilmu baru, mendapat metode baru yang dapat dicobakan untuk mendapatkan gambaran secara jelas perbedaan yang diakibatkan, terlebih kalau mampu mengendalikan variabel pengganggu pelaksanaan eksperimen. Untuk itu mempelajari berbagai jenis penelitian sangat penting dalam mengantarkan guru dalam meningkatkan/ mengembangkan profesinya secara nyata dalam menghayati berbagai masalah yang dihadapi sehari-hari di kelas. Dengan penguasaan penelitian eksperimen akan dapat melengkapi tugas guru dalam upaya mengantarkan para siswanya untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik. Selamat mencoba untuk melakukan penelitian eksperimen yang sesuai dengan disiplin ilmu yang sedang ditekuni dan dikembangkan.
Penelitian eksperimental merupakan penelitian untuk mengukur pengaruh suatu atau beberapa variabel terhadap variabel lain. Eksperimen berbeda dengan penelitian lain sebab penelitian ini menggunakan kelompok kontrol selain kelompok eksperimen. Ada beberapa macam variabel yang perlu diperhatikan dalam penelitian eksperimen, yaitu variabel bebas atau variabel yang  berpengaruh,variabel terikat atau yang dipengaruhi, variabel penyela,dan vaiabel ekstranus. Penelitian eksperimen asalnya digunakan dalam bidang sain, tetapi sekarang biasa juga digunakan dalam bidang ilmu sosial dan humaniora, termasuk pendidikan, kurikulum, dan pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA